Searching...
Minggu, 29 April 2012

Agar-agar Berbumbu Bahan Kimia (Boraks & Pewarna Tekstil)

Liputan6.com, Jakarta: Sebagian dari kita tentu pernah mengalami masa kecil yang dekat dengan yang namanya jajanan. Terkadang, keinginan mencoba lebih dikarenakan tampilan atau warna yang menarik, bukan karena rasa. Satu lagi, karena harga yang sangat terjangkau, bahkan untuk ukuran kocek anak-anak.

Dari sekian banyak penganan yang dijajakan, agar-agar termasuk salah satu jajanan yang digemari. Tak hanya anak-anak, tapi juga orang dewasa. Berbahan dasar bubuk jeli dan gula, agar-agar matang dengan tekstur lembut, kenyal, dan manis menyihir para penggemarnya. Ditambah lagi, jajanan ini mudah didapat, apalagi di sekolah-sekolah, bahkan sampai ke pinggiran kampung.

Hal ini tentu saja mengundang rasa penasaran tentang cara pembuatan agar-agar. Tergerak dengan fakta ini, usaha pembuatan agar-agar ini coba kami intip. Ternyata ada sejumlah campuran asing yang tak dikenal sebagai bahan dasar agar. ini jelas mencurigakan. Sulit mendefinisikan dengan informasi yang masih minim ini, namun warna bahaya pada anak-anak atau orang dewasa yang mengonsumsi mulai terlihat.

Informasi beredar dan sampai ke telinga kami, bahwa apa yang jadi kecurigaan mendekati kebenaran karena ada segelintir pedagang nakal yang meracik agar-agar jeli dengan bahan kimia yang berefek buruk terhadap kesehatan jika dikonsumsi. Pelacakan atas agar berbumbu bahan kimia terpantau di wilayah Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Pedagang agar jeli yang dicurigai kami temui dengan penyamaran. Alasan klasik diluncurkan si pedagang seputar untung yang berlipat jika bahan dasar agar-agar diramu dengan sejumlah bahan kimia.

Pembuatan agar dengan campuran bahan kimia bukan untuk makanan ini ternyata sudah berlangsung bertahun-tahun. Sulitnya membuat jera pedagang nakal karena minimnya sosialisasi dan pengetahuan soal akibat dari memakai bahan kimia itu. Bahkan disinyalir, bukan tak mungkin usaha ilegal ini diketahui aparat terkait.

Di lokasi lain penelusuran, didapati kembali pembuat agar jeli yang menggunakan modus sama, bedanya hanya di kemasannya. Bahan baku serupa, bubuk agar jeli, plus boraks dan pewarna. Karena ingin memahami jenis-jenis bahan kimia yang digunakan dan lokasi pembeliannya, proses pembelian bahan baku ditelusuri.

Bahan baku seperti bubuk agar-agar sudah terbeli. Supaya racikan agar-agar berpenampilan menarik, si pedagang nakal melengkapinya dengan boraks dan pewarna. Untuk meramu bahan yang sudah dipersiapkan, si pedagang dibantu sang istri.

Cara mengolah tidak beda dengan memproses agar jeli pada umumnya, namun dalam adonan agar jeli ini masih dituangkan boraks, zat pewarna tekstil, juga pemanis buatan tanpa takaran yang pasti, semuanya dioplos jadi satu.

Ramuan agar jeli ini diaduk merata kemudian dipanaskan di atas kompor. Proses pengolahannya super sederhana dan sebentar sekali, hanya 10 menit. Setelah matang, agar-agar jeli berbumbu bahan kimia ini kemudian didinginkan dalam gelas plastik.

Si pedagang sebenarnya sadar betul, bahan kimia bukan untuk makanan yang ia campurkan dalam agar akan berisiko tak baik bagi kesehatan penikmatnya. Namun, hal itu tak menghentikannya berjualan agar-agar berbumbu bahan kimia berbahaya.

Yang mengerikan, dalam sehari saja si pedagang memproduksi 100 hingga 300 gelas kecil agar-agar jeli berbalut bahan kimia ini. Harga yang dibanderolnya juga cukup murah. Satu gelas-agar agar jeli hanya Rp 1.000. Coba bayangkan, hanya satu pedagang dalam sehari memproduksi ratusan gelas agar berbahaya.

Memasarkan agar-agar jeli juga bukan hal yang sulit karena si pedagang sudah punya pelanggan tetap yang umumnya anak-anak. Biasanya ia juga berkeliling kampung melariskan dagangannya. Ia terus berjualan selama ini karena beralasan tak pernah mendapat keluhan dari pelanggan.

Namun, tak ingin gegabah dengan membuat kesimpulan sendiri, sampel agar-agar jeli kami ambil secara acak dari sejumlah pedagang untuk diuji ke laboratorium milik Dinas Kesehatan. Lewat tangan-tangan para ahli di bidang pengujian makanan, terbukti agar-agar yang disampling positif mengandung boraks, juga zat pewarna tekstil. Dua bahan kimia berbahaya yang bisa mengakibatkan gangguan kesehatan yang serius.

Namun, fakta ini bukan berarti kecurangan merasuki semua pedagang agar-agar. Masih banyak penjual agar-agar jeli yang jujur dan tak merugikan konsumen. Salah satunya Asnadi yang memulai usaha sejak 2005. Agar-agar yang ia jual murni tanpa campuran bahan kimia apa pun. Ia juga resah dengan keberadaan penjual agar-agar jeli nakal.

Sebenarnya, agar-agar jeli bila pengolahannya tepat dan penyimpanannya benar, rasanya tak berubah, tetap enak dan segar. Agar-agar jeli tidak perlu ditambahkan zat pengawet atau pengenyal seperti boraks dan juga zat pewarna. Sementara, keberadaan agar-agar berbumbu bahan kimia berbahaya disebabkan pengawasan yang belum maksimal.

Namun, konsumen sebenarnya bisa melindungi dirinya tidak terjebak ikut mengonsumsi agar-agar jeli berbalut bahan kimia berbahaya tersebut dengan cara mengenali agar-agar murni dan yang berbahan kimia.

Agar-agar murni biasanya memiliki tampilan warna yang bercahaya, rasa manisnya asli, tidak pahit, kenyal tapi mudah hancur, dan cepat basi. Sedangkan agar-agar yang bercampur bahan kimia, tampilan warnanya kelihatan pekat, rasanya manis tapi lama-lama pahit, kenyal dan padat, serta
tidak cepat basi.(ADO)

SUMBER ARTIKEL dan GAMBAR: Tim Sigi SCTV, 29/04/2012 00:00 (Liputan6.com)

Note:
ET Group memproduksi beberapa test kit analisis mutu pangan bermerk Easy Test dengan jenis varian antara lain Test Kit Formalin, Test Kit Boraks, Test Kit Methanil Yellow, Test Kit Rhodamine B, Test Kit Mutu Pangan 4 Varian, Test Kit Formalin Paket Industri, TEST KIT MUTU PANGAN 4 VARIAN (PAKET INDUSTRI), Test Kit Sianida, Test Kit Peroksida, Test Kit Hipoklorit (Kaporit), Test Kit Siklamat, Test Kit Sakarin, Test Kit Asam Salisilat, Test Kit Alkalinitas (Alkalinity), Test Kit Asam Sorbat, Test Kit Benzoat, Test Kit Oksalat (Oxalate), Test Kit Tiosianat (Thiocyanate), Test Kit Nitrit, Test Kit Iodat, Test Kit Oksalat, Test Kit Potassium Bromate (Kalium Bromat) dan macam-macam test kit lainnya.

EASY TEST KIT WEB SUPPORT - BAHASA INDONESIA: Easy Test Support, Penawaran Jual, Katalog Produk, ENGLISH LANGUAGE: Easy Test Support, Selling Offers, Products Catalog.

WEB SUPPORT RESMI CV. ET GROUP: CV. ET GROUP Business, Test Kit Shop, dan Easy Test Kit Info.

Tag: analisis cepat, bahan berbahaya pada makanan, boraks dalam makanan, cyanide test kit, easy test, formalin dalam makanan, info kita, nitrite test kit, test kit, test kit borak, test kit formalin, test kit methanyl yellow, test kit nitrit, test kit pewarna batik, test kit rhodamin b, test kit sianida

0 komentar:

Posting Komentar

 
Back to top!