Searching...
Selasa, 15 Januari 2013

Disperindagkop: mi basah di Bantul bebas formalin

Bantul (ANTARA Jogja) - Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengklaim pabrik mi basah di daerah itu tidak menggunakan bahan pengawet maupun sejenisnya sehingga bebas formalin.

"Kami selalu mendapat umpan balik dari Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), ketika merebak isu formalin seketika itu juga tim kesehatan turun untuk cek, dan hasilnya tidak ditemukan formalin," kata Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindagkop) Bantul Sulistyanto, Kamis.

Menurut dia, beberapa waktu lalu sempat merebak isu formalin dalam mi basah berdasarkan temuan BPOM di beberapa daerah seperti di Jakarta dan Jawa Tengah, dan dinas mendapat tembusan untuk meningkatkan pengawasan.

"Sesuai rekomendasi itu kami kemudian menindaklanjuti dan melakukan pengawasan tidak hanya cek kandungan, melainkan juga proses pembuatan harus sesuai ketentuan, dan Alhamdulillah secara umum memenuhi syarat," katanya.

Ia mengatakan, peluang penggunaan formalin tidak hanya pada makanan mi basah, melainkan juga bakso, akan tetapi secara umum dari pengawasan yang dilakukan secara acak tidak ada temuan formalin.

"Saya harap para perajin mi basah dan bakso tidak hanya berbuat untuk kepentingan bisnisnya untuk meraup untung besar, melainkan juga memperhatikan kesehatan serta tidak merugikan konsumen," katanya.

Sementara untuk makanan tahu yang diproduksi di Bantul, menurutnya juga bebas dari formalin karena makanan ini tidak perlu diawetkan sudah terserap pasar.

Pengusaha mi basah di Desa Panggungharjo, Bantul, Waljito belum lama ini mengatakan, mi basah yang diproduksinya tidak menggunakan formalin karena Asosiasi Pengusaha Mi Basah DIY-Jateng (APMIE Jaya) mempunyai alat untuk mendeteksi kandungan formalin.

"Mi basah yang diproduksi anggota APMIE telah lolos uji formalin, karena setiap pengusaha mi basah yang tergabung dalam asosiasi ini memiliki alat untuk mendeteksi kandungan formalin," kata Sekjen APMIE Jaya ini. (T.KR-HRI, Editor: Agus PriyantO)

SUMBER ARTIKEL: antaranews.com (Kamis, 10 Januari 2013 11:16 WIB)


Note:
ET Group memproduksi beberapa test kit analisis mutu pangan bermerk Easy Test dengan jenis varian antara lain Test Kit Formalin, Test Kit Boraks, Test Kit Methanil Yellow, Test Kit Rhodamine B, Test Kit Mutu Pangan 4 Varian, Test Kit Formalin Paket Industri, TEST KIT MUTU PANGAN 4 VARIAN (PAKET INDUSTRI), Test Kit Sianida, Test Kit Peroksida, Test Kit Hipoklorit (Kaporit), Test Kit Siklamat, Test Kit Sakarin, Test Kit Asam Salisilat, Test Kit Alkalinitas (Alkalinity), Test Kit Asam Sorbat, Test Kit Benzoat, Test Kit Oksalat (Oxalate), Test Kit Tiosianat (Thiocyanate), Test Kit Nitrit, Test Kit Iodat, Test Kit Oksalat, Test Kit Potassium Bromate (Kalium Bromat) dan macam-macam test kit lainnya.

EASY TEST KIT WEB SUPPORT - BAHASA INDONESIA: Easy Test Support, Penawaran Jual, Katalog Produk, ENGLISH LANGUAGE: Easy Test Support, Selling Offers, Products Catalog.

WEB SUPPORT RESMI CV. ET GROUP: CV. ET GROUP Business, Test Kit Shop, dan Easy Test Kit Info.
bahan berbahaya, bahan tambahan pangan, berita bahan berbahaya, berita kami, boraks, easy test info, formalin, methanil yellow, rhodamine b, test kit, tips cerdas

0 komentar:

Posting Komentar

 
Back to top!